3.1.a.10 Aksi Nyata
Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran
Oleh Galih Harsul Lisanti, S.Pd.
SD Negeri 3 Mojosari
CGP Angkatan 4 116A Kab.
Tulungagung
A. Peristiwa
(facts)
1. Latar belakang tentang situasi yang dihadapi
Menghadapi
ahir semester 2 ini saya mengalami situasi dilema etika. Dalam dilema etika ini
saya harus mengambil langkah di antara beberapa pilihan yang sama-sama benar di
sekolah saya. Banyak hal yang saya alami di sekolah yang kemudian hal tersebut
menuntut saya untuk bertindak bijaksana dalam mengambil keputusan yang berpihak
pada murid. Saya bersyukur kebetulan di PGP ini saya mempelajarai modul 3.1
Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran.
2. Alasan mengapa melakukan aksi tersebut
Guru
adalah posisi yang kadang saya bisa menyebutnya serba salah. Hal ini akan menjadi
boomerang jika guru kurang mampu menguasai medan lapangan (dalam menghadapi
murid di kelasnya, wali murid atau mungkin rekan guru di sekolah). Hal ini juga
bisa jadi salah jika guru jarang melakukan tindakan reflektif terhadap apa yang
telah dilakukannya sebagai bahan evaluasi di masa depan. Mengemban amanah sebaga
garda terdepan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, guru sering mengalami
permasalahan yang berat. Selain karena beban mengajar, administrasi, tugas
tambahan, hubungan sosial dengan wali murid, komunitas di sekolah dan luar
kelas hingga lingkungan masyarakat yang lebih luas bisa menimbulkan stress dan
beban pikiran. Oleh karena itu karena saya saat ini sedang mempelajari mdul 3.1
tentang Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran, saya merasa perlu
untuk membagikan inti materi modul ini kepada komunitas praktisi saya di
sekolah sebagaimana yang telah saya rencanakan pada tugas Demonstrasi
Kontekstual sebelumnya.
3. Hasil Aksi Nyata yang dilakukan
Setelah
saya mempelajari modul Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran dan
mencoba menerapkannya pada kehidupan saya, saya membagikan materi inti modul
ini kepada rekan guru di komunitas praktisi di sekolah. Materi yang saya
dapatkan ini sangat sesuai dengan kebutuhan guru sebagai pemimpin pembelajaran
dan pengambil keputusan. Hal-hal yang saya lakukan pada saat sosialisasi dengan
komunitas praktisi adalah:
a. Berbagi materi tentang empat paradigma dilema
etika, prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengujian keputusan
b. Pemaparan kasus
c. Diskusi kelompok kecil
d. Presentasi kelompok kecil
e. Membuat kesimpulan dan refleksi
Harapan besar saya dalam
kegiatan sosialisasi ini nantinya guru dapat memahami bahwa masalah yang sedang
dihadapinya merupakan dilema etika ataukah bujukan moral. Dengan mampu
mengidentifikasi masalah maka akan memudahkan guru untuk menentukan paradigma
yang akan digunakan serta prinsip yang akan menjadi dasar penentuan keputusan
yang diambil, apakah berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan dan
berpikir berbasis rasa peduli. Dengan demikian setelah prinsip keputusan
ditentukan guru akan melalui 9 langkah pengujian supaya tidak ada rasa
penyesalan di kemudian hari karena telah memikirkan keputusan dengan matang.
B. Perasaan
(feelings)
Sebelumnya saya merasa hampir gagal untuk
menyosialisasikan materi modul 3.1 ini sebab terbentur dengan kegiatan
supervisi literasi oleh pengawas sekolah, libur lebaran yang kemudian disusul
dengan Penilaian Akhir Tahun, Ujian Sekolah, Ujian Praktik dan pengolahan
nilai. Karena padatnya kegiatan saya dan juga rekan guru di sekolah, selain
persiapan diri yang lebih matang saya mengatur waktu kembali dengan kepala
sekolah dan rekan guru untuk pelaksanaan kegiatan berbagi ini. Alhamdulillah
dapat terwujud setelah rangkaian ujian kelas VI selesai dilaksanakan. Perasaan
saya alhamdulillah senang dan lega karena bisa berbagi dan belajar bersama
dengan rekan guru di komunitas praktisi saya di sekolah.
C. Pembelajaran
(findings)
Sebagai
pemimpin pembelajaran ternyata banyak hal yang harus dipikirkan sebelum
memutuskan sesuatu. Ada empat paradigma yang harus kita pahami dalam dilema
etika yaitu individu lawan masyarakat, rasa keadilan lawan rasa kasihan,
kebenaran lawan kesetiaan, dan jangka pendek lawan jangka panjang.
Ada
juga prinsip yang harus kita pegang teguh dalam mengambil keputusan, dimana
prinsip-prinsi ini dapat membantu untuk menghadapi pilihan-pilihan yang penuh
tantangan yang harus dihadapi pada saat ini, yaitu:
·
Berpikir
Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
·
Berpikir
Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
·
Berpikir
Berbasis Rasa Peduli (Care-Based
Thinking)
Prinsip-prinsip tersebut kadang secara tidak
sadar luput dari perhatian. Setidaknya dengan guru memahami prinsip pengambilan
keputusan itu yang nantinya akan menjadi kunci atau inti dari hatinya untuk
mengambil tindakan yang benar semata-mata karena tulus beribadah kepada Allah
SWT menjadi guru yang amanah bukan karena ingin mendapatkan sesuatu dari
pimpinan, perhatian atau ingin dianggap layak dan keren. Oleh karena itu guru
tetap harus berhati-hati.
Setelah memahami prinsip, guru juga sebaiknya
dapat mengambil paradigma berpikir berbasis belajar melalui studi kasus tentang
dilema etika dimulai dengan 9 tahapan pengujian yaitu:
a. Mengenali nilai-nilai yang saling
bertentangan
b. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi
ini
c. Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan
situasi ini
d. Pengujian benar atau salah
Dalam pengujian
benar atau salah ini dilakukan dengan 5 langkah pengujian yaitu :
1) Uji legal
Adakah aspek
pelanggaran hukum dalam situasi itu.
2) Uji regulasi
Jika merupakan
dilema etika, apakah ada pelanggaran kode etik di dalamya.
3) Uji intuisi
Tahap yang
mengandalkan perasaan dan intuisi apakah ada yang salah dengan situasi ini,
merasa dicurigai atau lainnya. Adakah tindakan yang sejalan atau berlawanan
dengan nilai-nilai yang diyakini.
4) Uji publikasi
Bagaimana perasaan
kita jika keputusan ini dipublikasikan di berbagai media menjadi konsumsi
publik.
5) Uji panutan
Membayangkan apa
yang akan dilakukan oleh seseorang yang merupakan panutan kita, misal orang
tua, kepala sekolah dan lain-lain. Bukan fokus pada orangnya, namun pada
keputusan apa yang kira-kira akan diambil oleh beliau.
e. Pengujian benar lawan benar
Mengidentifikasi
paradigma mana yang sedang dihadapi, yaitu :
·
Individu
lawan masyarakat
·
Rasa keadilan
lawan rasa kasihan
·
Kebenaran
lawan kesetiaan
·
Jangka pendek
lawan jangka panjang
f. Melakukan prinsip resolusi
Dari 3 prinsip
penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan diambil, berbasis hasil akhir,
peraturan atau rasa peduli.
g. Investigasi opsi trilema
Penyelesaian kreatif
yang muncul sebagai opsi keputusan.
h. Buat keputusan
i. Lihat lagi keputusan dan refleksikan
D. Penerapan
ke depan (future)
Setelah saya mengikuti serangkaian kegiatan
pembelajaran modul 3.1 mulai dari diri hingga aksi nyata Pengambilan Keputusan
Sebagai Pemimpin Pembelajaran ini, saya berharap besar pada diri saya dan juga
rekan guru dimanapun berada supaya lebih berhati-hati dan berpikir matang
sebelum mengambil keputusan. Selain itu, kita perlu berupaya untuk harus selalu
mengedepankan murid, mengembalikan fungsi pendidikan yang saya lakukan ini
semata-mata untuk memperbaiki cara saya dalam melayani murid yang kelak akan
memimpin bangsa. Dengan lebih sering menghadapi masalah maka besar pula
kesempatan kita untuk berlatih mengasah keterampilan mempraktikkan paradigma
dilema etika, prinsip dasar keputusan dan 9 langkah pengujian keputusan. Semakin
lama semakin terasah sehingga mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang memang
layak disebut sebagai pemimpin yang bijaksana dan memerdekakan murid-muridnya.
E. Dokumentasi
Berbagi materi, pemaparan kasus dan diskusi
Membuat
kesimpulan dan refleksi
Terima kasih sudah menyimak sampai akhir.


.jpeg)


.jpeg)

0 Komentar