AKSI NYATA MODUL 1.2.a.10 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK
Pada modul 1.2 saya belajar tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak. Nilai-nilai Guru Penggerak yaitu :
- Mandiri (Berarti secara sadar untuk terus belajar tanpa ada paksaan dari pihak manapun)
- Reflektif (Memaknai setiap pengalaman yang telah dilalui untuk menjadi pelajaran di masa mendatang)
- Kolaboratif (Membangun rasa hormat, kepercayaan diri dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama)
- Inovatif (Berempati dan melihat peluang untuk melakukan perubahan yang mendukung pembelajaran)
- Berpihak pada anak (Melakukan perubahan yang mengutamakan kebutuhan murid)
Sementara itu peran guru penggerak yaitu :
- Menjadi pemimpin pembelajaran
- Menggerakkan komunitas praktisi
- Menjadi coach bagi guru lain
- Mendorong kolaborasi antar guru
- Mewujudkan kepemimpinan murid
Setelah saya mempelajari tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak dalam melaksanakan aksi nyata saya merasa senang, bahagia, dan bersyukur karena telah diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk terus bergerak dan berbagi baik kepada murid, rekan guru kepala sekolah maupun lingkungan sekolah secara umum.
Saya kemudian berpikir bahwa seharusnya saya belajar tentang nilai dan peran tersebut sudah sejak dulu. Karena bagi saya menjadi guru selayaknya memiliki nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada anak. Tujuan pendidikan saat ini yaitu mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang juga sangat sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan itu menuntun anak untuk bisa menjadikannya merasa aman, tenang, nyaman dan bahagia menjadi seorang manusia maupun anggota masyarakat. Oleh karena itu hal ini menguatkan saya bahwa saya harus terus bergerak lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada murid karena mereka membutuhkan asupan bergizi untuk jiwanya sebagai bekal di kehidupannya masa depan. Mereka adalah aset berharga, generasi emas yang harus kita jaga dan dikembangkan potensinya.
Strategi yang saya lakukan yaitu memerankan diri sebagai calon guru penggerak adalah meningkatkan kesiapan murid saat akan mulai pembelajaran contohnya melakukan ice breaking. Jika sebelumnya saya hampir sama sekali tidak melakukannya karena alasan waktu dan saya sudah merasa murid saya telah siap dengan pelajaran yang akan saya sampaikan sehingga saya mengabaikan hal ini. Berikutnya yang menjadi target perubahan saya yaitu mengubah mindset bahwa belajar tidak semata-mata mengejar materi. Mengejar materi penting tapi lebih penting lagi bahwa materi yang dikejar itu harus bermakna. Sehingga saya berupaya dengan waktu yang sangat terbatas di masa PTMT ini murid belajar dengan saya di sekolah dapat memaknai apa yang saya sampaikan.
Murid juga saya bebaskan untuk berekspresi. Tidak melulu soal pelajaran bagaimana mereka menyelesaikan soal namun bagaimana mereka dapat menghilangkan rasa bosan dan kantuknya mengikuti pembelajaran dengan saya maupun guru lain. Seperti pada foto di atas ini adalah salah satu ice breaking yang saya lakukan sebelum mulai pelajaran dengan meminta murid untuk memandu dance bon bon. Dan alhamdulillah mereka terlihat begitu bebas dan bahagia.
Meningkatkan rasa percaya diri adalah PR saya untuk murid-murid di kelas. Saya merasa kepercayaan diri murid saya dalam hal komunikasi di depan forum, di kelas terutama masih kurang sehingga saya harus memberikan kegiatan-kegiatan yang dapat melatih kepercayaan diri mereka salah satunya mencari artikel tentang kisah pengusaha yang sukses kemudian dipresentasikan di kelas. Murid saya minta untuk berlatih sendiri terlebih dahulu dengan menghadap ke tembok dalam waktu yang telah ditentukan. Selanjutnya mereka saya acak dan nama yang terpilih akan melakukan presentasi di depan teman-temannya.
Kegiatan berikutnya yang saya lakukan adalah melaksanakan ANBK secara mandiri yang diikuti oleh murid-murid kelas V dan seluruh pendidik di sekolah.
Pelaksanaan ANBK Gelombang 1 SD pada 15-16 November di SD Negeri 3 Mojosari alhamdulillah dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan ini merupakan tahap terakhir rangkaian ANBK untuk kelas V. Dalam hal ini saya bertugas menjadi proktor yang memandu, memantau, melengkapi administrasi kegiatan dan memastikan murid dapat melaksanakan AKM hingga tuntas. Rangkaian kegiatan ini meliputi:
1. Perencanaan
Mengikuti arahan dan sosialisasi yang diberikan koordinator proktor, dinas maupun pusat baik secara langsung maupun online. Mengikuti simulasi dan gladhi bersih ANBK yang dilaksanakan secara mandiri di sekolah. Selain itu mengupayakan untuk mendapatkan pinjaman laptop untuk pelaksanaan ANBK.
2. Penerapan
Dalam pelaksanaan ANBK alhamdulillah semua dapat berjalan lancar tidak ada kendala. Murid tidak mengalami gagal login maupun eror seperti pada saat simulasi dan gladhi bersih ANBK bulan lalu. Selain itu berkaitan dengan pengisian survei lingkungan belajar saya mengajak guru dan kepala sekolah untuk mengisinya bersama-sama di ruang ANBK kemudian memberikan arahan jika ada yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan.
3. Refleksi
Saya telah mendapatkan gambaran untuk melaksanakan ANBK di tahun depan bahwa persiapan yang maksimal inshallah bisa membantu dalam kesuksesan ANBK. Salah satunya memastikan kondisi murid dan memberikan dorongan kepada mereka untuk terus belajar dan tidak merasa terbebani dengan kegiatan ANBK ini. selain itu koordinasi dan komunikasi baik dengan asisten proktor, teknisi, rekan guru, kepala sekolah maupun pihak lain yang berkaitan sangat dibutuhkan demi kelancaran pelaksanaan ANBK ini.
Alhamdulillah kegiatan ANBK dapat terlalui dengan baik. Meskipun ini pengalaman pertama bagi murid-murid namun mereka sangat senang dan bahagia. Terlihat dari ekspresinya ini mereka merasa lega akhirnya bisa menyelesaikan ujian online ini dengan baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan anak-anak kelas V, AKM ini menyenangkan karena bisa mengerjakan soal melalui laptop tetapi untuk bagian numerasi menurut mereka sangat sulit untuk diselesaikan.
Begitu juga dengan bapak ibu guru dan kepala sekolah yang harus menyelesaikan 62 item survei meskipun banyak namun akhirnya dapat diselesaikan semuanya hingga 100% dengan santai dan tuntas. Menurut Ibu Nurul salah satu rekan guru, survei lingkungan belajar yang telah dikerjakan ini sangat banyak, kalimat terlalu panjang sehingga membuat pusing. Namun demikian menurut Ibu Wiwik mengisi survei itu asyik tapi soalnya terlalu panjang dan jawabannya mirip-mirip.
Alhamdulillah...
Terima kasih sudah membaca sampai akhir.
Semoga bermanfaat ^_^

0 Komentar